Tampilkan postingan dengan label AGLONEMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AGLONEMA. Tampilkan semua postingan

Cara Ampuh Merawat Aglonema agar Molek Rupawan

Tanaman aglonema sebenarnya mudah dalam hal perawatan. Terlebih bagi penghobi yang berasal dari Indonesia. Karena habitat alami untuk tanaman yang dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan nama, sri rejeki, ini memang di daerah hujan tropis. Namun Aglonema yang dijadikan tanaman hias merupakan jenis aglonema yang sudah dikembangkan sehingga perlu mendapat perawatan lebih. Baca juga mengenal jenis aglonema dan spesiesnya 

Mekarhias berbagi tips cara perawatan aglonema agar tampil segar, menarik, cantik dan anggun. Berikut beberapa langkah perawatan aglonema 

Media tanam  tanaman Aglonema
Pakis : pakis dapat menyimpan air dengan baik dan memiliki drainase dan aerasi yang bagus, akar dapat menyerap air dengan mudah dan leluasa untuk berkembang, tidak mudah lapuk dan memiliki daya tahan cukup tinggi

Sekam Bakar : sekam bakar memiliki kelebihan unsur yang terletak pada sifatnya yang steril dan daya tahanya mencapai 1 tahun, aerasinya cukup baik namun daya serapnya terhadap air kurang baik, sehingga harus dicampur dengan unsur yang dapat menyerap air

Pasir malang : pasir malang unsur media yang tingkat porositasnya cukup baik, karena itu penggunaanya digunakan untuk mencegah media yang terlalu basah dan air yang menggenang

Cocopeat : cocopeat adalah sabut kelapa hasil olahan, unsur ini sangat cocok digunakan bila menginginkan media yang cukup lembab untuk aglaonema khususnya di daerah yang kering dan panas, cocopeat dapat menahan air cukup lama dalam jumlah yang banyak, namun sifatnya mudah lapuk

Kaliandra : kaliandra cocok digunakan sebagai media di daerah kering dan panas, media ini cenderung cepat lembab sehingga rawan terjangkit cendewan pengganggu, sifatnya mudah lapuk dan hanya bertahan 4 – 6 bulan. 
Yang kita gunakan adalah campuran antara ; sekam bakar, coco peat, pakis, pasir malang, kaliandra. Komposisi media sangat tergantung dari ketinggian lokasi dan kelembaban.

Penyiraman Tanaman Aglonema
Frekuensi dan dosis penyiraman disesuaikan dengan kondisi media dan lingkungn setempat. Lakukan penyiraman dengan air yang cukup, namun tidak menggenangi media. Bila kekurangan air pertumbuhan tanaman terhambat dan juga mengurangi jumlah anakan.
Jenis air untuk menyiram aglaonema juga penting diperhatikan. Memilih jenis air sebaiknya menghindari yang mengandung kaporit. Lebih baik menggunakan air murni ataupun air sumur yang belum terkontaminasi bahan kimia. Namun bagi Anda yang di daerahnya hanya terdapat air ledeng, dimana sudah dipastikan kadar kaporit yang terkandung di dalamnya, yaitu bisa menggunakan alternatif dengan mendiamkan air selama 2-4 hari. Itu dilakukan untuk mengendapkan unsur kaporit di dalam air. Barulah air bisa digunakan dengan mengambil bagian atasnya dan sisakan endapan airnya. Maka, air aman disemprotkan pada aglaonema. Lakukan penyiraman pagi hari dan sore hari secukupnya saja

Pemupukan Tanaman Aglonema
Kebutuhan nutrisi sangat penting untuk menunjang pertumbuhan. Berikan pupuk dengan kandungan NPK yang berimbang. Dengan cara dilarutankan dalam air lalu disiramkan.  Pemberian pupuk dengan dosis rendah, namun lebih sering (dua minggu sekali) akan memberikan pengaruh pertumbuhan yang lebih baik. Untuk menambah kebutuhan nutrisi, gunakan air cucian beras. Siram ke  media tanam, bukan di daun/batang.

Temperatur
Temperatur optimal yang dibutuhkan aglaonema untuk pertumbuhan terbaiknya adalah 27 - 31 derajat celcius pada siang hari dan 20 - 23 derajat celcius pada malam hari. Temperatur yang terlalu tinggi akan menyebabkan daun tipis dan warnanya menjadi pucat dan pudar. Perubahan temperatur yang ekstrem menyebabkan tanaman aglaonema stress dan pertumbuhan akan terganggu.

Kelembaban
Kelembaban 50 - 75% cocok untuk pertumbuhan aglaonema. Pada kisaran kelembaban ini tanaman akan tumbuh baik dan daunnya segar. Kelembaban lebih rendah akan menyebabkan daun pucat dan layu. Sedang kelembaban yang lebih tinggi akan memicu munculnya beragam penyakit, terutama jamur.

Pencahayaan
Taruh Aglonema di tempat ternaungi(tidak terkena cahaya matahari secara langsung), sesuai habitat aslinya aglaonema menyukai tempat yang teduh. Intensitas sinar matahari yang dibutuhkan hanya 10 - 40%. Untuk mendapatkan pencahayaan tersebut bisa dipasang paranet 75 - 85% dan usahakan menaruh Aglonema di tempat yang terkena sinar matahari pagi dan sore. Untuk itu aglaonema sangat cocok untuk tanaman hias di dalam ruangan. 

Sirkulasi Udara
Sirkulasi udara sangat membantu proses penguapan, terutama saat musim hujan. Sehingga kelembaban lingkungan tetap terjaga. Sisrkulasi udara yang jelek, dapat menyebabkan tertanggunya proses penyerapan hara. Akibatnya pertumbuhan tanaman juga terganggu.
Pemeriksaan media tanam dan pemangkasan. 
Jika media terasa keras dan padat, itu menandakan harus segera diganti. Pasalnya, media  yang keras dan padat bisa menyebabkan pertumbuhan akar berhimpitan dan sulit untuk berkembang. Jika struktur akarnya banyak percabangan dan kesannya semrawut, sebaiknya dipangkas.
Sebab, rimbunnya akar akan menghambat pertumbuhan tanaman, meski unsur hara yang ada dalam media bisa terserap dengan cepat. Barulah aglaonema yang dipangkas akarnya dapat ditanam lagi pada pot yang lebih besar, agar memberikan kemudahan bergerak pada fase pertumbuhan akar nantinya. Buang bunga bila ada, karena bunga akan membuat daun baru menjadi kerdil, buang juga daun kering/busuk. 

Hama dan Penyakit
Penyakit yang sering menyerang adalah layu fusarium akibat dari jamur fusarium. Ini bisa diatasi dengan fungisida. Bila kelembaban tinggi semprot seminggu sekali. Dan perhatikan penyiraman, jangan sampai berlebih dan menggenang. Sedang hama yang sering adalah ulat. Bila menemukan ambil dan matikan. Untuk pencegahan semprot dengan  insektisida sebulan sekali. Untuk mencegah hama (khususnya kutu kebul) sirami Aglonema dengan air sabun. Gunakan sabun cuci piring secukupnya, jangan terlalu pekat.
Mengenai hama, penyakit dan cara penanggulangannya secara lengkap anda dapat baca Artikel kami di Penanggulangan Hama dan Penyakit Pada Aglaonema

Perawatan Aglonema di Musim Kemarau
Memasuki musim kemarau, aglaonema membutuhkan perawatan khusus agar daun-daun tidak rusak atau bahkan mati. Musim kemarau cuaca sangat panas di siang hari sehingga penguapan sangat tinggi pada permukaan daun Aglaonema, untuk mengatasi penguapan yang berlebihan ini adalah dengan menjaga kelembaban. Kelembaban dijaga dengan menyemprotkan air ke udara sekitar tanaman, bila cukup dana dapat dipasang alat “pengabut” otomatis yang akan membuat kabut. Solusi lainnya adalah dengan membuat air mancur(fountain) di sekitar tanaman Aglaonema. Untuk menjaga kelembaban tanah/media, siram air secukupnya saja(jangan terlalu banyak) namun dengan frekuensi penyiraman lebih sering.

Yang harus dihindari adalah penggunaan cairan pengkilap daun(termasuk penggunaan susu murni) , karena umumnya cairan pengkilap daun mengandung minyak karena fungsinya untuk membuat daun lebih mengkilap. Pada suhu panas di musim kemarau, cairan pengkilap daun akan membuat daun “menderita” karena membuat permukaan daun menjadi lebih panas.
Untuk mendapatkan aglaonema dengan kondisi prima tidaklah mudah. Banyak hal yang mesti diperhatikan, khususnya dalam hal pemeliharaan dan perawatan. 

Terima kasih telah membaca artikel kami, cara merawat aglonema.

Mengenal Tanaman Aglonema atau Sri Rejeki

Aglonema yang nama populernya sri rejeki merupakan tanaman hias dari suku talas-talasan atau Araceae. Genus Aglonema memiliki sekitar 30 spesies. Hutan hujan tropis merupakan habitat alami tanaman aglonema. Aglonema tumbuh baik pada areal dengan penyinaran rendah dan kelembaban tinggi. Tanaman aglonema tentu tidak asing bagi masyarakat Indonesa. Ia tumbuh subur di berbagai area tanaman.  

Tanaman aglonema yang dijadikan sebagai pengias atau tanaman hias merupakan hasil dari persilangan yang menghasilkan penampilan yang menarik dengan warna yang beraneka ragam serta bentuk dan ukuran daun yang berbeda dari spesies alami. 

Klasifikasi Ilmiah untuk Aglonema
kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Alismatales
Famili : Araceae
Genus : Aglonema

Termasuk tanman hias daun mempunyai daun yang besar seperti tombak mempunyai batang yang pendek. Aglaonema varietas hijau mempunyai kelebihan mampu tumbuh pada kondisi cahaya yang minim, untuk varietas varigata memerlukan cahaya yang lebih terang. Untuk daerah Eropa kelebihan tanaman yang lambat pertumbuhannya ini adalah toleransinya terhadap naungan sehingga bisa diletakkan di dalam ruangan.Tanaman ini perawatannya cukup mudah. Letakkan tanaman ini pada pot yang dangkal, jaga jangan sampi kekeringan dan hindarkan dari udara yang berasap.
Aglaonema adalah tanaman yang lambat tumbuh dan  membutuhkan pemupukan teratur. Pada specimen muda tidak mempunyai batang, sedangkan yang tua mempunyai batang pendek bekas pangkal daun yang gugur.
Tipe:

  • Aglaonema pictum, termasuk jenis yang kecil daun berbintik-bintik, permukaan seperti beludru.
  • A.nitidum, merupakan jenis yang besar daun berwarna hijau biasa
  • A.modestum, merupakan jenis variegata
  • A.commutatum, daun mempunyai garis-garis tebal horizontal berwarna perak
  • A.pseudobractearum = Golden Evergreen, daun mempunyai bercak kuning, putih tulang dan hijau tua
  • A.commutatum silverspear , merupakan varietas yang menarik dengan hibrida-hibridanya adalah A. silverqueen dan A. silverking , warna daun hampir keseluruhan didominasi warna hijau keperakan.

Tips:

  • Suhu hangat, minimal 60 F
  • Cahaya ½ penuh, hindarkan matahari langsung
  • Pemberian air teratur
  • Penggantian media 3 tahun sekali
  • Perbanyakan dengan stek pangkal batang dan perundukan

Demikian artikel mengenal tanaman aglonema atau sri rejeki, semoga tulisan ini dapat menambah wawasan kita bersama.