Tampilkan postingan dengan label KAKTUS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAKTUS. Tampilkan semua postingan

CARA MENYAMBUNG TANAMAN KAKTUS

Kaktus sambungan ternyata bisa 3 – 4 kali lebih cepat pertumbuhannya. Selain itu kaktus yang disambung tampak unik dan lebih indah. Agar penyambungan itu berhasil, sebaiknya anda tahu langkah-langkahnya. Dengan menyambungnya, pertumbuhan kaktus jadi lebih pesat. Bayangkan, untuk mendapatkan kaktus yang batangnya sebesar bola pingpong, hanya dibutuhkan waktu 8–12 bulan saja. Padahal, kalau kaktus itu ditanam langsung ke media, kita harus menunggunya 3–4 tahun agar besar batangnya sama.

Meski menyambung kaktus bukan merupakan hal baru, ternyata masih banyak orang yang gagal melakukannya. Padahal caranya sederhana. Yang penting, teliti. Berikut ini cara penyambungan kaktus yang bisa dilakukan Rizal Djafaarer, seorang petani kaktus di daerah Lembang, Bandung.
Bahan dan alatnya sederhana
Bahan yang mesti dipersiapkan adalah calon batang atas dan bawah. Batang bawah mesti berasal dari tanaman yang sehat, tahan terhadap pembusukan, dan perakarannya banyak. Yang umum digunakan adalah Cereus spachianus dan C. peruvianus. Sedangkan batang atas dipilih dari jenis kaktus yang kita inginkan, tentunya yang indah. Salah satu faktor penentu keberhasilan penyambungan yaitu ukuran batang atasnya sudah sebesar kelerang.
Peralatan yang diperlukan untuk melakukan penyambungan pun sederhana saja. Pisau atau silet untuk mengiris batang atas dan bawah. Kuas untuk membersihkan kotoran pada batang kaktus yang akan disambung. Pinset untuk meletakkan batang atas pada batang bawah. Karet gelang untuk mengikat sambungan. Sarung tangan untuk melindungi tangan dari duri-duri kaktus yang tajam. Selain itu diperlukan juga alkohol 7- %. Gunanya untuk mensterilkan pisau.
Cara menyambung
Penyambungan yang dilakukan Rizal ialah penyambungan mendatar. Batang atas yang akan disambung berasal dari kaktus semaian.
Penyambungan dilakukan di tempat teduh. Pertama-tama, diambil batang bawah kaktus yang telah dipotkan. Setelah kotorannya dibersihkan, bagian atas batang bawah disayat mendatar. Agar permukaannya menjadi lebih sempit, bagian sisinya disayat miring 45 derajat. Dengan begitu, calon batang atas dan batang bawah akan berukuran sama. Panjang batang atas kira-kira 10 cm, sedangkan besarnya paling kecil seukuran kelereng.
Selanjutnya, pangkal batang atasnya disayat mendatar, sedikit di atas perakarannya, sehingga kambiumnya terlihat. Batang ini lalu segera ditempelkan ke batang bawah yang telah siap tadi, sehingga kedua kambiumnya menempel. Karena itulah pekerjaan ini mesti dilakukan segera sebelum kambiumnya mengering. Agar kambium kedua batang itu terpaut erat, kaktus diikat dengan potnya, dengan karet gelang. Sebelum kaktus sambungan itu disimpan di kolong rak yang agak gelap, medianya disiram. Kira-kira empat hari kemudian, karet pengikat sudah boleh dilepas.
Tanda-tanda keberhasilan
Sekitar 2 minggu sejak disambung, keberhasilan penyambungan sudah bisa diketahui. Sambungan yang berhasil batang atasnya akan tetap sehat, segar, dan mulai tumbuh. Kalau gagal, biasanya batangnya layu dan batang atas menyusut. Sambungan pun tidak menyatu, dan batang bawahnya ditumbuhi tunas. Selanjutnya, kaktus itu diletakkan di tempat yang cukup mendapat cahaya matahari, agar pertumbuhannya bagus.

Sumber: Kebunbibit.id

CARA MENANAM DAN MERAWAT KAKTUS


Kaktus berasal dari kata Yunani kaktos. Artinya, tanaman berduri. Adalah Linneaus, ahli botani yang membuat klasifikasi tanaman, yang memasukkan kaktus ke dalam kelompok tumbuhan berduri atau Cactaceae.
Kaktus adalah salah satu jenis tanaman yang paling banyak disukai. Bentuknya yang mungil dan elegan tentu dapat mempercantik rumah Anda, baik bila diletakkan dalam ruang maupun bila diletakkan di taman. cara merawat kaktus ini tergolong sangat mudah:
  1. kita harus tahu seperti apa sifat kaktus. Kaktus menyukai sinar matahari begitulah dengan habitat aslinya di gurun pasir yang panas dan memiliki sirkulasi udara baik. Kaktus tidak suka keadaan tempat yang terlalu lembap, karena daging kaktus itu tebal. Jika terlalu diberi banyak air akan  cepat membusuk dan mati.
  2. Ketika akan menanam kaktus, ada dua hal yang harus diperhatikan dengan baik; bibit dan cara menanam. Bibit kaktus dapat melalui biji atau dari anakan sendiri. Anda dapat menemukannya di toko tanaman hias. Sedangkan mengenai cara menanamnya, tanaman ini bisa ditanam ke dalam pot atau di tanah langsung.
  3. tempat. Jika kita menaruhnya di dalam ruangan, dalam 3 hari sekali kaktus harus diangin-anginkan supaya tidak lembap dan tidak mati.
  4. Kebutuhan sinar matahari pada kaktus. Jangan menaruhnya dan membiarkan ke sinar matahari langsung. Karena jika dibiarkan terlalu lama, ujung kaktus akan berubah warna karena terbakar.
  5. wadah atau pot untuk kaktus. Wadah yang digunakan bisa yang besar ataupun kecil. Sesuaikan saja dengan ukuran kaktusnya.
  6. penyiraman. Menyiram kaktus tidak sama dengan tanaman biasa yang lain. Menyiramnya hanya disemprot saja dengan menggunakan botol spray khusus supaya kaktusnya tidak terlalu lembab. Lakukan penyiramannya pada pagi / sore hari.
  7. Cara merawat kaktus yang paling baik adalah dengan memberinya pupuk secara rutin. Kaktus juga harus diberi pupuk agar tanamannya berkembang dengan baik seperti tanaman-tanaman yang lain. Namun, pupuknya tidak sama dengan tanaman biasa lainnya. Pupuk untuk kaktus harus menggunakan pupuk organik (pupuk NPK) yang dapat anda dapatkan di toko tanaman hias. Pupuk ini diberikan ke media tanamnya.

Cara perbanyak Kaktus dengan Setek

Kaktus merupakan tanaman yang umum untuk dijadikan tanaman hias. Keunikan pada bentuk adalah salah satu faktornya. Banyak jenis kaktus yang ada, dengan berbagai bentuk yang lucu dan unik. Tentu jika kita melihat tanaman kaktus yang lucu dan unik pada bentuk dan warnanya kita berkeinginan untuk memperbanyak. Perbanyakan pada kaktus dapat dengan cara generatif maupun vegetatif bautan misalanya dengan stek. Perbanyakan dengan generatif kadang memerlukan waktu dan perawatan yang lebih komplek dibanding dengan cara setek batang . Namun perkembangbiakan dengan cara setek batang pun perlu cara dan teknik tertentu agar perbanyakan kaktus dapat terjadi.

Stek adalah salah satu cara perbanyakan tanaman yang prakti dan telahlama dilakukan pada tanaman kaktus. Cara perbanyakan ini dilakukan trutama pada jenis kaktus yang bercabang atau banyak mengeluarkan anakan. Memanng tidak semua jenis kaktus dapat diperbanyak dengan cara ini. Jenis kaktus yang tumbuh solitr, yang berbatang pendek dan jenis yang berbatang panjang tetapi tidak memerlukan anakan, tidak efektis diperbanyak dengan cara lain. 

Permasalahan yang sering muncul pada waktu memperbanyak kaktus dengan cara setek, antara lain tidak keluarnya akar. Maslah lain yang sering terjadi adalah batang kaktus yang akan disetek mengalami kebusukan. Kebusukan pada perbanyakan setek kaktus sering terjadi karena setelah dipotong kaktus langsung ditanam. Sebaiknya potongan kaktus tersebut dibiarkan mengering beberapa saat. Atau bahkan sampai potongan batang kaktus sudah mulai tubuh akar, kemudian baru ditanam.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin mengadakan perbanyakan kaktus dengan cara setek batang.

Membuat Media tanam 
Media tanam untuk setek kaktus adalah campuran pasir kasar , cinacangan pakis dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1, kemudian ditambah sedikit arang yang sudah hancur dan kapur kira-kira 2 persen dari campuran totol media tanam tersebut. Untuk mencegah serangan hama dan penyakit, dapat ditambahkan furadan dan dithane, untuk satu meter kubik campuran masing-masing 30 g. Sebelum dicampurkan, pupuk kandang dan humusnya disangrai dulu agar steril.

Bahan Seteknya
Bahan setek kaktus berupa potongan cabang, bisa juga anakan yang telah dipisah dari induknya. Pengirisan harus dilakukan dengan pisau tajam dan steril. Pemotongan anakan kaktus, dilakukan kalau besarnya sudah sebesar bola pingpong. 
Setelah diiris, luka bekas irisang diberi bubuk rooting hormon. Setelah itu potongan bahan setek itu diistirahatkan dulu ditempat yang sejuk sampai lukanya kering. Atau bisa juga ditunggu sampai keluar akarnya.

Penanaman
Setelah luka bekas irisan kering, penanaman bisa dilakukan langsung di pot individu atau di bak pesemaian dulu. Isilah pot atau bak pesemaian dengan media tanam yang telah dibuat sebelumnya. Selanjutnya tanamlah bahan setek itu secara hati-hati, jangan sampai terluka lagi. Sehabis di tanam, sebelum ada tanda-tanda pertumbuhan, tanaman baru itu jangan diletakan ditempat yang terbuka sehingga trkena sinar matahari langsung, karena berakibat hangus. 

Demikian beberapa langkah perbanyakan kaktus dengan cara setek. 

Penyebab Terbentuknya Kaktus Kristata

Kaktus Kristata , merupakan bentuk kaktus yang menyimpang dari keadaan normalnya. Dengan keadaan yang sedikit anek dan nyentrik, tentu kaktus kristata bernilai lebih dari kebanyakan kaktus yang ada. Ada beberapa penyebab yang dapat mengakibatkan kaktus berbentuk kristata. Penyebab itu antara lain,

1. terbelahnya titik tumbuh atau tunas terminal kaktus yang kemudian tumbuh dan berkembang sehingga menjadi kakatus yang berbentuk abnormal.
2. Tumbuhnya tunas-tunas diseluruh permukaan batang, yang kemudian berhimpit-himpitan.
3. Tumbuhnya tunas di salah satu sisi bagian batang, yang kemudian berhimpit-himpitan sehingga membentuk kaktus kristata yang mirip kipas. 

Walaupun memiliki perkembangan yang tidak pada umumnya, kaktus kristata umumnya masih dapat berkembang. Namun biasanya bunga yang ada tidak seperti biasanya. Bunganya dapat mengahsilksn biji, tetapi umumnya berupa biji steril (mandul). Namun masih ada juga bunga yang tumbuh subur, namun jika ditanan belum tentu hasilnya akan menghasilkan kaktus kristata seperti induknya. Oleh sebab itu kaktus kristata dalam perbanyakan, penghobi sering melakukan stek batang untuk perkembangbiakan. 

Kapan Mengganti Media Tanam Kaktus

Waktu Tepat Mengganti Media Tanam Kaktus

Agar kaktus tetap sehat dan cantik, media tanamnya harus diganti secara berkala. Kaktus sebagai tanaman gurun yang dijadikan tanaman hias tentu perlu perlakuan khusus, agar ia tetap cantik dan mempesona. Kapan waktu tepat mengganti tanaman kaktus, tentu tergantung dari ukuran tanaman itu sendiri. Semakin besar tanaman kaktus maka penggantian media tanam lebih pendek waktu pergantian media tanamnya. Umumnya jenis kaktus berukuran kecil sampai sebesar bola kasti hanya perlu waktu tiap enam bulan sekali. Contohnya pada kaktus Notocactus dan Mammilaria. Kelompok ini memang tergolong cepat tumbuh. Beda dengan kelompok kaktus yang lambat tumbuh, hanya waktu setahun sekali. Contohnya adalah kaktus kaktus own root (non grafting) seperti Echinocactus dan Ferocactus.
Adakalanya diluar waktu-waktu tersebut, perlu dilakukan penggantian media. Hal itu bila dijumpai tanda-tanda tertentu. 

Tanda-Tanda kaktus perlu diganti media tanam
1. Duri atau bulu baru tidak tumbuh lagi.
2. Pada kaktus grafting, nampak ada pertumbuhan, bahkan batang atas atau bawah makin kurus. 
3. Akar keluar dari pot, berarti pot sarat dengan akar.

Cara Mengganti Media Tanam Kaktus
Bila didapatkan tanda-tanda tersebut di atas, segera keluarkan kaktus dari pot. Pot ini dapat dipakai kembali bila masih sesuai, asalkan dicucui lebih dahulu dengan air sabun. Ada dua cara yang dilakukan mengganti media tanam kaktus
Pertama
Akar dipotong sampai tersisa seperempat bagian. Setelah dibersihkan dari media tanam lama, kaktus dapat langsung ditanam di dalam pot yang sesuai. 
Kedua
Semua akar dipotong habis, lalu dibiarkan tergeletak di tempat teduh. Untuk memacu pertumbuhan akar maka diberi root hormon. Biasanya 2-3 minggu kemudian akan keluar kar dan siap ditnam kembali. 
Baik cara pertama dan kedua memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Cara yang kedua agak sedikit merepotkan dan memakan banyak tempat kendati demikian cara yang kedua akan lebih mempercepat pertumbuhan kembali kaktus. 
Sekarang terserah Anda, menggunakan cara pertama atau kedua. Demikian waktu untuk  mengganti media tanam kaktus. Semoga bermanfaat. 

Kenali Gejala Kerusakan pada Kaktus

Kaktus merupakan tanaman asli daerah gurun. Kaktus sebagai tanaman hias, perawatannya tidak terlalu sulit. Namun jika sembrono dalam merawat tanaman hias ini, tentu hasilnya amat mengecewakan. Untuk lebih memudahkan perawatan kaktus, kiranya perlu mengetahui beberapa gejala kerusakan yang terjadi pada tanaman kaktus. 

1. Pucuk Batang kisut disertai pembusukan ringan di bawahnya. 
Penyebabnya ada dua kemungkinan. Yang pertama kalau disertai pembusukan yang dibawahnya penyebabnya adalah kebanyakan air, hal ini biasanya terjadi pada musim hujan. Sebaliknya kalau tanaman kaktus kisut itu berarti kekurangan air. Beri air secukupnya maka batang kaktus kembali normal
2. Berhenti Tumbuh
ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan kaktus berhenti tumbuh. Yang umum adalah akibat pot sudah dengan akar dan media tanamnya sudah kurus. Kemungkinan kedua, terlalu banyak air pada saat musim penghujan. 
Penanggulangan untuk hal tersebut, jika karena akibat pertama, saatnya mengganti media tanam dan kurangi akarnya. Jika sebab yang kedua, lakukan keseimbangan kelembaban media tanam. Pada saat musim pengujan kurangi pemberian airnya, sebaliknya jika saat musim kemarau,lakukan penyiraman secara teratur. 
3. Permukaan Batangnya burik
permukaan batang burik, menunjukan kaktus Anda telah terserang hama tungau. Penanggulangannya, semprotlah dengan larutan akarisida, seperti Omite dan Oxunack misalnya. 
4. Ada benjolan gabus dikulit batangnya
Benjolan ini merupakan bekas luka akibat serangan hama serangga atau benturan fisik lainnya. Penanggulangannya, jagalah kaktus anda jangan sampai terkena benturan. Jika hal ini masih terjadi, ya..berarti nasib kaktus anda harus begitu..
5. Bercak-bercak coklat pada batang
Biasanya disebabkan oleh penyakit busuk batang. Penanggulangannya, perbaiki lingkungan tumbuhnya, sebab jika tanaman ini terjaga otomatis tahan dari penyakit ini. Jika sudah terjadi bercaknya, hilangkan bagian yang terkena dan siramlah media tanamnya dengan larutan fungisida.
6. Batangnya tumbuh kurus memanjang
Gejala ini disebabkan oleh kekurangan sinar matahari. Penanggulanggannya, letakan kaktus Anda di tempat yang tersedia sinar matahari secara langsung.
7. Bercak seperti bulu-bulu putih di batang
Gejala ini menandakan kaktus Anda telah diserang kutu putih. Penanggulanggannya, semprotkan larutan insektisida.
8. Bercak berupa tonjolan kuning pada batang
Gejala ini juga menunjukan bahwa kaktus Anda telah diserang hama serangga. Penanggulangannya, semprotlah dengan larutaan insektisida.
9. Busuk pada pangkal batang
Kerusakan ini disebabkan oleh lingkungan tumbuh yang terlalu basah. Penanggulangannya, media tanamnya harus dijaga jangan sampai becek dengan menyiramnya jika media tanamnya sudah kering dan dianjurkaan agar permukaan media tanamnya diberi kerikil atau sejenisnya.